top of page

PLTS Atap - Cara Kerja, Mengapa Penting, dan Cara Memilihnya

PLTS atap menjadi salah satu komponen penting untuk menghasilkan sumber energi bersih dan berkelanjutan. Hal ini selaras dengan penerapan penyelamatan lingkungan dari karbon. 

Tidak hanya sekadar menyelamatkan lingkungan, instalasi PLTS atap disinyalir mampu menghemat pengeluaran listrik rumah tangga Anda. 


Semua ini karena kemampuan panel surya untuk menyimpan cahaya matahari kemudian diubah menjadi energi listrik. Setelah itu, energi listrik diubah kedalam arus AC agar mampu menyalakan komponen elektronik di dalam rumah Anda. 


Ulasan ini akan membahas terkait PLTS atap, regulasi instalasi, dan bagaimana cara memilih komponen PLTS atap untuk rumah Anda. 


Apa itu PLTS Atap?

PLTS atap bekerja dengan melalui sistem fotovoltaik (PV) dengan panel surya yang menghasilkan listrik yang terpasang di rumah, gedung atau tempat komersial lainnya. SIstem ini terdiri dari modul fotovoltaik, sistem pemasangan, kabel, inverter, dan aksesoris lainnya. 


Sistem tenaga surya atap berukuran kecil jika dibandingkan PLTS ground mounted. Kebanyakan dari sistem PLTS arab adalah sistem fotovoltaik jaringan.

Pada sistem PV, perumahan biasanya memakai kapasitas 5 sampai 20 kW, sedangkan sistem PV pada gedung komersial memiliki kapasitas antara 100 kW dan 1MW. Angka ini dapat bervariasi dari kebutuhan listrik Anda. 


Instalasi PLTS Atap di Indonesia pada Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2024

Indonesia memiliki regulasi terkait pemasangan PLTS atap yang tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 2 Tahun 2024 tentang PLTS Atap yang Terhubung Pada Jaringan Tenaga Listrik Pemegang Izin Usaha Penyediaan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Umum (IUPTLU). Aturan ini menjelaskan terkait aturan penggunaan PLTS atap.


Salah satu aturan yang dicantumkan adalah penghapusan skema ekspor-impor terkait listrik antara konsumen dengan PLN. Penggunaan listrik dari PLTS atap hanya bisa digunakan untuk kepentingan sendiri. 


Penghapusan kegiatan eksport-import hasil PLTS Atap membuat Anda tidak mendapat kompensasi penurunan biaya rekening jika mengirimkan sisa listrik ke grid dari PLN. Alasan dibalik penghapusan kebijakan tersebut adalah kondisi PLN mengalami kelebihan pasokan listrik, khususnya di wilayah Pulau Jawa. 


Bagaimana Cara Kerja PLTS Atap?

Agar dapat menghasilkan listrik, PLTS atap akan menangkap sinar matahari dalam bentuk arus listrik satu arah (DC) yang disimpan melalui panel surya. Biasanya panel surya terbuat dari silikon atau bahan semikonduktor yang terpasang pada rangka panel logam dengan casing kaca. Ketika terkena foton sinar matahari, material ini akan melepas elektron yang kemudian menghasilkan muatan listrik.


Listrik DC tersebut lalu diubah menjadi listrik arus bolak-balik (AC) melalui inverter. 

Listrik AC akan melalui AC Combiner sebelum dialirkan ke jaringan listrik dalam rumah dan meteran listrik Anda. Nantinya energi listrik akan dikontrol oleh alat energi meter untuk mengukur kebutuhan energi setiap harinya. 


Setelah dipantau, barulah sumber listrik akan dialirkan ke komponen elektronik di seluruh bangunan. 


Mengapa harus Memasang PLTS Atap?

Pemasangan pembangkit tenaga surya untuk atap memiliki berbagai manfaat untuk Anda yang menggunakannya.


a. Menghemat uang listrik bulanan

Listrik menjadi salah satu pos pengeluaran terbesar dalam pengeluaran. Seringkali ini terjadi secara tak sadar sampai pada tanggal pembayaran terjadi kenaikan harga. Namun, bagaimana jika Anda bisa menghemat uang listrik dengan memproduksi listrik sendiri. 


PLTS Atap memberi kemudahan anda dapat menghasilkan listrik secara mandiri. Dengan memakai listrik dari panel surya, Anda tidak terlalu bergantung pada pasokan listrik konvensional. Hal ini secara tidak langsung memberikan kendali keuangan bagi Anda. 


b. Membangun Citra positif bagi Lingkungan

Cahaya matahari menjadi sumber energi yang bebas emisi. Tidak menghasilkan gas rumah kaca dan tidak merusak sumber air. 


Apabila rumah Anda memakai PLTS atap mampu meningkat citra positif ramah lingkungan. Secara bisnis mampu meningkatkan nilai jual sebagai rumah kawasan bebas emisi. 


c. Dapat Dipasang di mana saja

Panel surya atap dapat di pasang di mana saja, dalam arti penempatannya bisa diletakan di atap rumah maupun gedung. Tentunya ketinggian membantu panel mendapatkan sumber cahaya matahari. 


Walau sangat fleksibel, pertimbangkan juga ukuran atap rumah Anda. Hal ini dapat mempengaruhi spesifikasi PLTS atap yang akan digunakan.


Bagaimana Cara Memilih PLTS Atap?

Memilih PLTS atap tidak hanya sekedar membeli produk begitu saja. Jauh sebelum produk, Anda perlu memperhitungkan berapa kebutuhan listrik kWh harian. 


Agar mendapatkan hasil perhitungan yang diinginkan, lakukan proses langkah-langkah berikut ini. 


a. Audit Energi Kebutuhan

Hitung berapa watt yang diperlukan untuk mengoperasikan alat dan perangkat elektronik yang digunakan. Cara paling mudah adalah melihat kemasan produk karena sudah disertakan, atau merubah satuan volt/ampere menjadi watt. 


b. Hitung Watt

Setelah melakukan audit, hitung semua watt pada peralatan di rumah Anda. Total watt ini nantinya akan jadi pertimbangan untuk memilih generator PLTS atap.


c. Tentukan Faktor Kebutuhan Watt Awal

Identifikasi alat menggunakan dengan daya awal tertinggi. Lalu, tambahkan ke dalam total watt yang berjalan. 


d. Hitung Jumlah Keseluruhan

Setelah mendapatkan semua variabel yang diperlukan, hitung angka keseluruhan yang terdiri dari total watt awal yang dibutuhkan dari generator. Hal ini dipilih untuk menghindari beban berlebih pada generator. 


Hitung semua kebutuhan watt PLTS atap Batari Energy

Pemasangan PLTS atap membutuhkan panel surya, inverter, generator, sampai dengan aksesorisnya yang dipasang di atap rumah. Namun, itu hanya bagian mudah saja.


Menghitung kapasitas watt untuk rumah jauh lebih sulit jika Anda tidak sudah dengan urusan matematika. Agar tidak menyita waktu, serahkan pada tenaga ahli untuk tahap kalkulasi dan perencanaan pemasangan PLTS atap Batari Energy bisa dihubungi kapanpun.


3 tampilan0 komentar

Comentarios


bottom of page